CeritaDongeng Kisah Anak Raja Yang Jujur Dan Baik Hati. Posted by Unknown Posted on 04.40 with 2 comments. Alkisah dongeng anak dimulai dari sebuah kerajaan di negeri antah berantah. Negeri yang sangat makmur namun diperintah oleh raja yang kejam dan tidak adil. Sang anak raja tidak senang dengan ayahandanya yang sering memerintah dengan
CeritaDongeng Bunga Melati yang Baik Hati. Alkisah, di sebuah taman bunga Kerajaan yang megah, tumbuhlah berbagai macam bunga yang sangat indah. Para putri kerajaan sangat suka memandangi bunga berwarna-warni itu. Pada suatu pagi yang cerah, para putri datang ke taman untuk menyaksikan keindahan bunga sambil menghirup udara segar.
Delisamau tidur siang. Di ceritain dongeng dulu sama mamah. Kita liat berhasil tidur atau tidak ya? Kita tonton bareng-bareng yah.. 😀
Berikutini cerita rakyat dari Kalimantan Selatan yang menceritakan raja baik hati yang berlaku bijak kepada rakyatnya. Dikisahkan terdapat seorang janda yang hidup dengan anaknya yang masih kecil di Kalimantan Selatan. Mereka berdua hidup sangat sederhana di sebuah gubuk tua. Tempat tinggal mereka tidak jauh dari istana kerajaan.
Suatuketika di sebuah kerajaan, hiduplah seorang raja yang bijaksana dan seorang ratu yang baik hati. Mereka memerintah kerajaan dengan damai dan sejahtera. Sayangnya mereka belum juga memiliki keturunan, yang mereka berdua inginkan selama ini. Setelah penantian yang begitu panjang, sang ratu akhirnya melahirkan seorang putri menawan.
Suatumasa sebelum diutusnya Nabi SAW, salah seorang Kisra (Raja) Persia yang adil bijaksana sedang berburu di hutan belantara. Karena asyiknya mengejar buru
. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Raja Yang Baik HatiDahulu kala, hiduplah seorang janda miskin dan anak laki-lakinya yang masih kecil. Mereka tinggal di sebuah gubuk tua yang kecil. Gubuk tersebut letaknya tidak jauh dari istana. Negeri itu dipimpin oleh seorang raja yang sangat arif, baik hati, dan bijaksana. Raja tersebut dekat dengan rakyat-rakyatnya mulai dari orang tua sampai anak kecil, ia sangat dekat dengan sore, banyak anak-anak kecil yang bermain di halaman istana, begitu juga dengan anak janda tersebut. Karena miskin, anak ini hanya mempunyai seekor nyamuk yang diikat dengan benang. Kemanapun anak itu pergi, nyamuk itu selalu di hari ketika anak tersebut bermain di istana, ia lupa waktu dan tidak sadar kalau hari sudah menjelang malam. Karena takut akan dimarahi oleh ibunya, anak tersebut pulang dengan tergesa-gesa. Tetapi, sebelum ia pulang kerumah anak tersebut sempat menemui raja terlebih dahulu untuk berpamitan dan menitipkan nyamuknya di istana. Lalu, sang raja menyuruh anak tersebut untuk mengikat nyamuknya di tiang yang ada di halaman istana. Anak itu mengikat nyamuk tersebut di sana dan bergegas harinya anak itu kembali lagi ke istana untuk bermain bersama teman-temannya. Anak tersebut ke halaman istana untuk mengambil nyamuknya yang kemarin ia ikatkan di tiang. Tetapi ketika ia hendak ingin mengambil nyamuk tersebut., nyamuk tersebut sudah tidak ada, lalu ia meliat di samping tiang tersebut ada seekor ayam, anak tersebut berpikir bahwa ayam tersebut yang telah memakan nyamuk kesayangannya. Lalu ia bergegas pergi untuk menemui raja, dan menceritakan kejadian tentang nyamuknya yang hilang. Sang raja berkata kepada anak tersebut agar anak itu mengambil ayam tersebut sebagai pengganti nyamuknya yang telah dimakan oleh ayam tersebut. Sang anak sangat senang, ia berniat untuk membawa pulang ayam tersebut dan dihadiahkan untuk ibunya. Anak tersebut menitipkan ayam itu di istana lagi, dan raja hari selanjutnya, anak itu kembali ke istana untuk mengambil ayam tersebut, tetapi ketika anak itu hendak mengambil ayam miliknya, ayam tersebut menghilang. Anak itu mencari di sekeliling istana, anak tersebut menemukan ayamnya sedang berusaha mengambil beras yang sedang ditumbuk dengan lesung oleh ibu-ibu di istana. Meskipun sudah dihalau berulang-ulang ayam tersebut tetap berusaha mengambil beras-beras tersebut. Akhirnya ayam tersebut terkena pukulan lesung dan mati. Anak tersebut sangat sedih melihat hal tersebut. Anak itu kembali menemui raja dan menceritakan semuanya. Sang raja dengan baik hati berkata agar anak itu mengambil lesung tersebut sebagai pengganti ayamnya. Anak itu kembali tersenyum, lagi-lagi karena hari sudah mulai malam, anak tersebut menitipkan lesung itu di istana. Sang raja pun kembali mengizinkan, sang raja mengusulkan anak itu untuk menyandarkan lesung tersebut di bwah pohon nangka di halaman istana. Anak tersebut mengikuti usulan sang hari, anak tersebut kembali ke istana untuk bermain bersama teman-temannya. Seusai anak itu bermain dan hendak untuk pulang, ia teringat lesung miliknya. Anak itu pun pergi untuk mengambil lesung miliknya. Tetapi, betapa kagetnya anak itu melihat lesungnya telah patah tertimpa buah nangka yang sangat besar. Anak itu kembali melapor kepada biasa dengan bijaknya sang raja menyuruh anak tersebutt untuk mengambil nangka tersebut sebagai pengganti lesungnya yang telah patah. Tetapi nangka tersebut terlalu besar, anak tersebut tidak bisa membawanya sendiri. Ia kembali menitipkan nangka itu di istana, dan akan meminta bantuan teman-temannya untuk membawa nangka tersebut pulang. Raja menyuruh anak tersebut untuk meletakkan nangka tersebut di samping pintu anak tersebut pergi, anak perempuan raja datang dan mencium aroma nangka yang sangat menggoda, anak perempuan raja mencari asal bau tersebut dan menemukan nangka itu di samping pintu dapur. Anak perempuan raja, menyuruh pembantu istana untuk membelah nangka tersebut, kemuadia anak erempuan raja menghabiskan nangka harinya, anak laki-laki itu datang dengan beberapa temannya untuk membawa pulang nangka miliknya. Tetapi begitu mereka sampai di depan pintu dapur nangka tersebut sudah tidak ada. Anak tersebut melihat kearah tempat sampah istana dan anak tersebut menemukan banyak biji-biji nangka dan kulitnya, anak tersebut sangat sedih, lalu ia menemui sang raja dan menceritakan semunya. Mendengar cerita anak anak tersebut, sanga raja hanya tersenyum. Lalu berkata dengan bijak, “Nak, nangka mu telah dimakan oleh putriku, maka aku akan memberikan putriku untukmu.”Saat itu anak tersebut tidak mengerti perkataan sang raja, karena anak tersebut masih sangat kecil. Ketika anak kecil itu sudah beranajak dewasa dan menjadi pemudan yang sangat tampan, begitu juga anak perempuan raja, ia sudah menjadi gadis yang sangat cantik. Sang raja pun menikahkan mereka berdua, mereka melakukan pernikahan dengan pesta yang sangat meriah. Ibu dari pemuda itupun diboyong ke istana dan hidup Budi Pekerti Kita harus meniru sikap sang raja yang arif, baik hati, dan bijaksana Meniru sikap raja yang mudah bergaul dengan siapa saja. Lihat Dongeng Selengkapnya
Di sebuah hutan yang amat luas,ada sekelompok binatang. Binatang-binatang itu mempunyai raja,yaitu singa. Raja hutan biasanya sombong,apa yang diperintahkan pasti akan dipenuhi rakyatnya,tapi ada raja hutan yang baik dan tidak sombong. Dia suka menolong pihak lemah. Dia tidak pernah pamer akan kedudukannya sebagai raja. Singa itu pun tidak suka beradu domba atau pun perbuatan tercela. Binatang-binatang mempercayainya sebagai raja. Kelompok mereka tidak pernah menantang pihak lain. Binatang-binatang di situ sangat baik dan ramah,akan tetapi mereka selalu ditantang bertarung. Binatang-binatang itu tidak mau bertarung.. Pada suatu hari binatang-binatang mengalami kekeringan karena cuacanya sangat panas dan binatang banyak yang mati. Binatang yang beraja singa itu banyak yang mati terutama anak-anak. Tapi raja itu tidak menyerah dan ingin mengembalikan suasana. Binatang-binatang itu terus berjalan sampai akhirnya mereka menemukan sebuah telaga,binatang-binatang itu langsung menghampiri telaga itu namun apa yang terjadi telaga itu menghilang seakan-akan berpindah tempat. Lalu mereka menemukan telaga lagi,tapi seperti kejadian sebelumnyatelaga itu hilang lagi. Mereka akhirnya ke tempat danau besar,akan tetapi danau itu sudah habis. Kelompok gajah berkata”kita tidak akan melanjutkan perjalanan lagi untuk beristirahat”. Singa memperbolehkannya. Lalu para gajah itu menginjak danau yang telah habis itu dan keluarlah air. Mereka pun memanggil para anggota lainnya. Anggota lain pun mendengar pangilan itu. Semua berterima kasih pada kelompok gajah. Mereka kembali berjalan lagi. Di suatu tempat singa melihat batu-batuan besar. Dia mencium aroma lembah. Tidak begitu lama dia mamanggil para kawanan gajah untuk mengatkat batu-batuan besar. Selesai mengangkat semua kawanan langsung melihat hijaunya lembah. Mereka pun hidup sangat mengenakkan. Air punbanyak terdapat di lembah itu. Semua bersyukur mempunyai raja yang hebat dan adil. cerita diatas mengajarkan kita untuk menjadi pemimpin yang baik Di suatu tempat singa melihat batu-batuan besar. Dia mencium aroma lembah. Tidak begitu lama dia mamanggil para kawanan gajah untuk mengatkat batu-batuan besar. Selesai mengangkat semua kawanan langsung melihat hijaunya lembah. Mereka pun hidup sangat mengenakkan. Air punbanyak terdapat di lembah itu. Semua bersyukur mempunyai raja yang hebat dan adil. cerita diatas mengajarkan kita untuk menjadi pemimpin yang baik
Pada zaman dahulu, ada seorang janda yang hidup bersama dengan anaknya yang masih kecil. Mereka berdua hidup sangat sederhana di sebuah gubuk tua. Tempat tinggal mereka tidak jauh dari istana kerajaan. Walaupun hanya berupa gubuk tua tetapi gubuk itu nampak terawat bersih, bahan-bahan kayunya pun terbuat dari kayu pilihan. Maka, tak heran gubuk tua itu aman-aman saja saat berdekatan dengan istana kerajaan. Gubuk itu bahkan dianggap barang antik yang perlu dilestarikan oleh masyarakat sekitar apalagi hanya dihuni oleh seorang janda dan anaknya yang masih kecil. Setiap sebulan sekali, pihak istana mengirimkan bahan makanan untuk menyumbang kelangsungan hidup si janda dan anaknya. Kerajaan itu dipimpin oleh seorang raja yang baik hati, arif dan bijaksana. Sang Raja sangat dekat dengan rakyatnya, ia mau bergaul semua kalangan tanpa memandang siapapun, baik dari bangsawan maupun rakyat jelata, dari kaum tua sampai anak kecil sekalipun. Karena sikapnya yang baik hati inilah, maka rakyat sangat menyayangi rajanya. Setiap sore, banyak anak kecil yang bermain di halaman istana, begitu juga halnya dengan anak janda tersebut. Karena miskin, maka mainan anak itu pun hanya seekor nyamuk yang diikat dengan benang, sehingga anak itu pergi nyamuk itu selalu dibawanya kemana saja. Pada suatu hari karena terlalu asyik bermain di halaman Istana, anak janda miskin itu baru menyadari jika hari sudah hampir gelap. Karena takut dimarahi oleh ibunya, anak itu ingin segera bergegas pulang. Sebelum ia kembali ke gubuknya, ia sempat menemui sang raja. "Baginda yang baik, hamba harus segera pulang. Sebab, jika hamba telat sampai ke rumah, ibu hamba pasti akan marah. Bolehkah hamba menitipkan nyamuk ini di istana ? Besok, hamba akan bermain ke sini lagi," pinta anak itu dengan wajah memelas. "Boleh saja nak. Kau bisa ikatkan nyamukmu di tiang depan istana," kata sang raja. Esok harinya, anak itu kembali ke istana untuk bermain di halaman bersama teman-temannya. Namun, nyamuk kesayangannya sudah tidak ada lagi. Ia melihat ke samping untuk berusaha cari tahu apa penyebabnya, ternyata ada seekor ayam jantan di dekat tiang tersebut. Ia pun berpikir ayam jantan itulah yang telah memakan nyamuk kesayangannya. Anak itu segera menemui sang Raja, "Baginda, nyamuk hamba hilang. Sepertinya dimakan ayam jantan milik Baginda.” "Kalau begitu, kamu ambil saja ayam jantan itu sebagai ganti nyamuk yang dimakannya," kata raja yang baik hati itu. "Terima kasih Baginda," jawab anak itu. Anak itu kembali bermain bersama teman-temannya. Kemana pun ia pergi, ayam itu selalu dibawanya sesuai keinginannya. Ayam jantan itu juga diikatnya dengan tali. Ketika ia sedang asyik bermain, ayam jantan itu terlepas. Anak itu kemudian mencari-cari ayam jantan miliknya. Ternyata, ayam itu pergi ke tempat ibu-ibu yang sedang menumbuk padi dengan lesung. Karena lapar, ayam itu berusaha mematuk bulir-bulir padi yang berada di lubang lesung. Meskipun sudah dihalau berkali-kali, tetapi tetap saja ayam itu naik ke lubang lesung. Karena kesal, seorang ibu memukulkan lesungnya ke arah ayam tersebut hingga ayam itu jatuh menggelepar-gelepar di atas tanah dan mati seketika. Melihat ayamnya sudah mati, anak itu sangat sedih sekali lalu berlari menemui sang Raja untuk melaporkannya. Raja berkata, " Ya sudah, kau jangan menangis lagi. Sekarang, kau ambillah lesung itu sebagai ganti ayam jantanmu yang telah mati." Betapa bahagianya hati anak itu, ia berniat lesung itu nantinya akan diberikan kepada ibunya. Karena hari sudah sore, ia menitipkan lesung tersebut kepada sang raja. "Sandarkanlah lesung itu di bawah pohon yang terdapat di halaman istana," ucap raja. Anak itu menuruti perintah sang raja. Ia menyandarkan lesungnya di bawah pohon. Keesokan harinya, anak itu kembali ke halaman istana untuk bermain lagi. Ketika selesai bermain dan akan kembali ke gubuknya, ia teringat lesung miliknya. Anak itu pun pergi mengambil lesung miliknya. Tetapi, betapa kagetnya ia melihat kondisi lesungnya sudah tidak seperti waktu ia tinggalkan kemarin. Lesung itu telah patah dan ternyata sebelah lesung tersebut terdapat buah nangka yang sangat besar. Anak itu kembali melapor kepada sang raja. "Baginda, lesung hamba telah patah tertimpa buah nangka," keluhnya kepada sang Raja Sambil tersenyum, Sang Raja berkata, "Kalau begitu kamu ambil nangka itu sebagai pengganti lesungmu yang patah." "Terima kasih Baginda. Tetapi, hari sudah mulai malam, hamba tidak bisa membawa nangka yang besar itu sampai ke rumah. Bolehkah hamba menitipkan nangka itu di istana. Besok hamba akan mengambilnya bersama teman-teman." Raja bijak berkata, "Kalau begitu, letakkan saja nangka itu di samping pintu dapur istana." Nangka itupun diletakkan di dapur istana. Nangka yang matang itu mengeluarkan bau yang sangat menggoda. Setelah anak itu pergi, putri raja yang sebaya dengan anak itu mencium bau harum dari nangka. "Mmm..., baunya sangat enak sekali. Wah, aku sangat ingin memakan nangka itu. Tapi, di mana nangka itu berada ? Mungkin bibi meletakkannya di dapur sengaja menyimpannya untukku." gumam sang putri raja. Sang putri pergi menuju dapur mencari nangka yang berbau harum. Ia terus mencari nangka itu, akhirnya ia melihat sebuah nangka yang sangat besar dan ranum berada di samping pintu dapur. "Ini dia nangka yang aku cari-cari," ujar sang putri dengan mata berbinar-binar. Ia pun menyuruh pembantu istana untuk memecah nangka tersebut. Setelah nangka dipecah, putri raja memakannya sampai puas. Ia tidak mengetahui bahwa nangka tersebut ada pemiliknya. Seperti biasa, esok hari anak itu bermain ke halaman istana, hari itu ia akan mengambil nangka untuk dimakan bersama dengan teman-temannya. Tetapi, nangka itu ternyata sudah tidak ada di tempatnya. Kemudian, ia melihat ke arah tempat sampah milik istana. Ternyata, banyak biji-biji nangka berikut kulitnya berada di tempat sampah itu. Hati anak itu kembali kecewa karena nangka miliknya sudah dimakan orang lain. Anak itu menghadap sang Raja. Sang Raja dengan arif bijaksana berkata, "Sudahlah kau jangan bersedih, karena nangka itu dimakan oleh puteriku. Maka, puteriku akan kuberikan kepadamu." Si anak tidak mengerti perkataan sang raja karena masih terlalu kecil. Namun, ketika anak itu sudah beranjak dewasa dan menjadi pemuda yang tampan, sedangkan putri raja sudah menjadi gadis yang cantik, raja langsung menikahkan mereka berdua. Mereka hidup berbahagia, sedangkan sang ibu juga ikut diboyong ke istana. Pelajaran yang bisa kamu petik dari Kisah Anak Polos dan Raja Yang Baik Hati - Legenda Kalimantan Selatan, yaitu punya jiwa kepemimpinan yang baik, arif bijaksana, adil, bertanggung jawab dan baik hati, bersabar, lapang hati dan tulus menghadapi orang lain. Semoga cerita rakyat di atas bisa membantu kamu terkait hikmah pelajaran yang bisa kamu petik, dan dapat menambah wawasan pengetahuan yang memenuhi asupanmu. Jika ada pertanyaan, silahkan ditulis pada kolom komentar dibawah ini.
Connection timed out Error code 522 2023-06-14 183345 UTC What happened? The initial connection between Cloudflare's network and the origin web server timed out. As a result, the web page can not be displayed. What can I do? If you're a visitor of this website Please try again in a few minutes. If you're the owner of this website Contact your hosting provider letting them know your web server is not completing requests. An Error 522 means that the request was able to connect to your web server, but that the request didn't finish. The most likely cause is that something on your server is hogging resources. Additional troubleshooting information here. Cloudflare Ray ID 7d74a91898350c39 • Your IP • Performance & security by Cloudflare
dongeng raja yang baik hati