Ilustrasi amalan pelunas utang. (Foto: Dede Kurniawan/Okezone) A. AMALAN pelunas utang sesuai sunnah wajib diketahui setiap Muslim. Tersimpan keutamaan luar biasa besar di balik amalan salih ini, mulai doa melunasi utang hingga ketika membayarnya. Doa atau amalan pelunas utang sangat baik diamalkan ketika belum ataupun sudah bisa menyelesaikan Pada masa jahiliyah, riba utang piutang hanya berlaku ketika sudah mencapai jatuh tempo saja. Jika peminjam bisa melunasi utangnya tepat waktu, tidak akan terjadi riba. Meskipun masyarakat saat itu hidup dengan tata cara hidup yang benar-benar jahiliah, mereka masih memahami bahwa orang yang berutang adalah orang yang sedang mengalami kesulitan. Oh ya, meskipun pembayaran tagihan minimum tidak disarankan, tetapi cara ini bisa dilakukan bila benar-benar tidak memiliki uang untuk melunasi semua tagihan. 2. Melunasi Kartu Kredit dengan Tagihan Hutang Terkecil Terlebih Dahulu. Opsi lain adalah melunasi kartu kredit dengan memprioritaskan tunggakan hutang paling kecil terlebih dahulu. Karena kalau kita bantu dia akan berhutang lagi (dengan cara haram).” [Asy-Syarhul Mumti, 6/235] Umar Sulaiman Al-Asyqar berkata, “Siapa yang meminjam dengan cara riba, maka tidak boleh melunasi utangnya dari jalur orang yang terlilit hutang dari harta zakat, kecuali jika dia bertaubat dan tidak akan kembali melakukan praktek riba Artinya: “Setiap hutang yang membawa keuntungan, maka hukumnya riba”. Hal ini terjadi jika salah satunya mensyaratkan atau menjanjikan penambahan. c. Melunasi hutang dengan cara yang baik. Hal ini sebagaimana hadits berikut ini: Karena denda dalam hal ini termasuk riba yang diharamkan.” (Dinukil dari Fatwa Al-Islam Sual wa Jawab, no. 101384) Suatu yang harus diperhatikan bahwa orang yang makan riba (rentenir) dan nasabah (penyetor) sama-sama terkena laknat. Dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, .

cara melunasi hutang riba